Pekerjaan sebagai jurnalis Foto memang tidak mudah. Terkadang
mereka harus memotret sesuatu yang mungkin menjadi fobia mereka. Misalnya ketika
melihat darah karena tak jarang sebagian jurnalis foto memiliki fobia tersebut.
Terkadang mereka harus melawan fobia mereka ketika mereka dihadapkan dengan
situasi dimana mereka harus memotret korban tabrakan yang tubuhnya hancur. Tapi
bukan fobia yang dimiliki oleh jurnalis foto yang diangkat oleh film ini. Melainkan
keberanian mereka untuk mempublikasikan sebuah foto akibat perang saudara di
Afrika Selatan yang merenggut banyak nyawa dan berusaha untuk menyampaikan
situasi yang terjadi kepada masyarakat dunia. Inilah The BANG-BANG CLUB.
Film yang
dirilis pada tahun 2010 lalu ini menceritakan tentang empat orang jurnalis foto
yang yang meliput wilayah konflik perang saudara di Afrika Selatan. Mereka adalah
Greg Marinovich (Ryan Phillipe), Joao Silva (Neels Van Jaarsveld), Kevin
Carter (Taylor Kitsch), dan Ken Oestebroek (Frank Rautenbach).
Awal perkenalan
Greg dan Kevin saat keduanya bertemu secara tidak sengaja ketika perang saudara
sedang terjadi. Keduanya memotret korban yang teah berlumuran darah pada saat
perang di hostel. Pertemuannya dengan Kevin tidak sampai disitu saja. Pada saat
Greg datang ke kantor sebuah majalah mencari Robin Comley, seorang foto editor
untuk mempublikasikan fotonya, Greg
menemukan Kevin yang ternyata bekerja di kantor majalah tersebut yang juga
sedang memberikan hasil fotonya kepada foto editor.
Tidak disangka,
foto hasil karyanya membawa Greg bergabung dengan Kevin dan kedua orang lainnya
sesama jurnalis foto, Ken dan Joao, untuk meliput perang saudara yang sedang
terjadi kala itu.
Tidak
mudah bagi Greg untuk dapat diterima oleh Ken dan Joao mengingat dirinya masih
seorang jurnalis foto pemula. Namun tidak dihiraukan oleh Greg. Dia berusaha
untuk masuk ke daerah-daerah konflik yang dianggap tidak aman dan mendapatkan berbagai foto dalam konflik
tersebut yang pada akhirnya salah satu fotonya meraih penghargaan Pulitzer –
sebuah penghargaan tahunan untuk bidang jurnalisme, sastra dan komposisi musical
yang di beri judul 'Zulu Spy
1992' (supporters SAANC burning alive a man).
Tidak hanya Greg, Kevin pun meraih penghargaan Pulitzer dengan
hasil jepretannya yang berjudul 'Bearing Witness 1994' dimana
foto tersebut memperihatkan keadaan dimana burung bangkai yang kelaparan sedang
menunggu kematian seorang anak kecil didepannya mati dan akhirnya di makan.
Dari foto-foto
mereka, masyarakat dunia tahu tentang apa yang sedang terjadi di Afrika
Selatan. Memang tidak sedikit orang yang memprotes hasil jepretan mereka karena
dinilai terlalu blak-blakan, mereka hanya memiliki satu niat yaitu Masyarakat
dunia harus tahu bagaimana keadaan di Afrika Selatan pada saat perang saudara
itu terjadi. Foto-foto mereka benar-benar menyampaikan pesan yang sangat
mendalam kepada orang yang melihatnya.
Di dalam film ini kita bisa lihat bagaimana mereka para Jurnalis berusaha mendapatkan sebuah gambar yang nantinya menyampaikan sebuah pesan dari foto itu sendiri. perjuangan mereka juga tidak mudah untuk mendapatkan itu semua. Meskipun nyawa mereka sebagai taruhannya. Tapi itulah Jurnalis.



0 komentar:
Posting Komentar