Slider

Senin, 17 Juni 2013

FIKOM UNIGA dan Film perdananya



                Apa sih yang bisa orang lihat dari Garut, salah satu kabupaten di Jawa Barat yang satu ini?  Paling-paling nggak jauh dari produksi kulit di daerah sukaregang, daerah yang mempunyai tempat wisata, kuliner, dsb. Tapi adakah yang dibanggakan Garut dari generasi mudanya sebagai sumber daya yang berkualitas? Tentu saja ada tapi sayangnya jarang sekali mereka disorot sehingga masyarakat diluar sana sedikit yang mengetahuinya.
                Tapi untuk kali ini penulis ingin memberitahukan salah satu karya anak mahasiswa dari kabupaten Garut ini. FIKOM UNIGA. Yapppp… benar sekali. Salah satu fakultas yang berada di Universitas Garut ini membuat sebuah karya berupa film dokumenter. Wooowwww… film yang di sutradarai oleh Muhammad Jalari atau yang biasa dipanggil Panjuli ini berjudul Sang Pejuang. Kalian pasti bertanya-tanya tentang film yang satu ini. Saya ingin menjelaskan sedikit tentang alur cerita film ini.
                Sang Pejuang yang ceritanya sendiri dari kisah nyata salah satu mahasiswa di Universitas Garut ini bercerita tentang perjuangan seorang mahasiswa demi melanjutkan pendidikannya di bangku kuliah. Keterbatasan biaya tidak membuatnya putus asa untuk mengejar pendidikan tinggi di Universitas Garut.
                Fajar (Novik Asharu, Mahasiswa Fak. Ekonomi) adalah seorang mahasiswa UNIGA yang sangat sederhana. Ayahnya seorang tukang sayur dan Ibunya seorang ibu rumah tangga biasa. Suatu hari ada kejadian tak terduga. Ayahnya kecelakaan pada saat berjualan sayur. Mau tidak mau Fajar harus menggantikan ayahnya berjualan sayur sampai ayahnya sembuh. Ia berjualan sayur pada pagi hari dan kuliah di siang hari.
                Suatu hari, Fajar menceritakan kejadian ini kepada sahabatnya Fanny (Adhline Nisa Melinda, Mahasiswa Fak. Ilmu Komunikasi) yang ternyata diam-diam menaruh hati padanya. Fanny yang merasa kasihan dengan keadaan Fajar memikirkan cara untuk membantunya dan Fanny merayu ayahnya untuk membantu Fajar.
                Tika (Asty, Mahasiswa Fak. Ekonomi) yang tidak suka dengan kedekatan Fajar dan Fanny membuat ulah dengan mempermalukan Fajar dengan memfotonya pada saat Fajar sedang berjualan sayur. Ahasil, teman-temannya di kampus mengejeknya. Fanny yang mengetahui kejadian ini karena ulahnya Tika sangat marah. Tapi Fajar tidak mengambil pusing dengan kejadian ini dan dia menerima perlakuan teman-temannya.
                Beberapa hari kemudian Fajar mendapatkan berita bagus bahwa dirinya mendapatkan beasiswa dari kampusnya. Bahagianya bukan kepalang, Fajar  pun segera memberitahukan kepada kedua orangtuanya. Orangtuanya bahagia memiliki anak seperti Fajar.
                Nahhh… penjelasan penulis di atas itu Cuma garis besarnya saja. Cerita yang serunya sih kudu nonton langsung filmnya karena disana konflik dan kisah-kisah aslinya lebih terasa.
                Oia… perlu kalian ketahui bahwa semua krew dan pemain yang terlibat dalam pembuatan film Sang Pejuang ini adalah Mahasiswa-mahasiswa dan Dosen-Dosen dari Universitas Garut dan Film yang berdurasi 30 menit ini menggunakan kamera berstandar layar lebar. Wowwwww… Awesome…
                Film ini juga tidak terlepas dari dukungan semua mahasiswa dan dosen Universitas Garut.
                Jadi, sekarang jangan menganggap anak daerah tidak bisa berkarya. Siapapun bisa berkarya asal ada kemauan dan kerjasama yang baik. So now, do what you wanna do!!! Don’t wait someone to do something if you wanna be best of the best.

2 komentar:

  1. Jadi penarasan pengen nonton filmnya. Btw dimana kita bisa nonton film "Sang Pejuang" nya? zzZz

    BalasHapus
  2. haha... rujit kitu si abang. mau nonton film nya? masih coming soon, bang :D

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.
Blog Designed by The Single Momoirs