Apa sih yang bisa orang lihat dari Garut, salah satu
kabupaten di Jawa Barat yang satu ini?
Paling-paling nggak jauh dari produksi kulit di daerah sukaregang,
daerah yang mempunyai tempat wisata, kuliner, dsb. Tapi adakah yang dibanggakan
Garut dari generasi mudanya sebagai sumber daya yang berkualitas? Tentu saja
ada tapi sayangnya jarang sekali mereka disorot sehingga masyarakat diluar sana
sedikit yang mengetahuinya.
Tapi
untuk kali ini penulis ingin memberitahukan salah satu karya anak mahasiswa
dari kabupaten Garut ini. FIKOM UNIGA. Yapppp… benar sekali. Salah satu
fakultas yang berada di Universitas Garut ini membuat sebuah karya berupa film
dokumenter. Wooowwww… film yang di sutradarai oleh Muhammad Jalari atau yang
biasa dipanggil Panjuli ini berjudul Sang
Pejuang. Kalian pasti bertanya-tanya tentang film yang satu ini. Saya ingin
menjelaskan sedikit tentang alur cerita film ini.
Sang Pejuang yang ceritanya sendiri dari
kisah nyata salah satu mahasiswa di Universitas Garut ini bercerita tentang
perjuangan seorang mahasiswa demi melanjutkan pendidikannya di bangku kuliah.
Keterbatasan biaya tidak membuatnya putus asa untuk mengejar pendidikan tinggi
di Universitas Garut.
Fajar
(Novik Asharu, Mahasiswa Fak. Ekonomi) adalah seorang mahasiswa UNIGA yang
sangat sederhana. Ayahnya seorang tukang sayur dan Ibunya seorang ibu rumah
tangga biasa. Suatu hari ada kejadian tak terduga. Ayahnya kecelakaan pada saat
berjualan sayur. Mau tidak mau Fajar harus menggantikan ayahnya berjualan sayur
sampai ayahnya sembuh. Ia berjualan sayur pada pagi hari dan kuliah di siang
hari.
Suatu
hari, Fajar menceritakan kejadian ini kepada sahabatnya Fanny (Adhline Nisa
Melinda, Mahasiswa Fak. Ilmu Komunikasi) yang ternyata diam-diam menaruh hati
padanya. Fanny yang merasa kasihan dengan keadaan Fajar memikirkan cara untuk
membantunya dan Fanny merayu ayahnya untuk membantu Fajar.
Tika (Asty,
Mahasiswa Fak. Ekonomi) yang tidak suka dengan kedekatan Fajar dan Fanny
membuat ulah dengan mempermalukan Fajar dengan memfotonya pada saat Fajar
sedang berjualan sayur. Ahasil, teman-temannya di kampus mengejeknya. Fanny
yang mengetahui kejadian ini karena ulahnya Tika sangat marah. Tapi Fajar tidak
mengambil pusing dengan kejadian ini dan dia menerima perlakuan teman-temannya.
Beberapa
hari kemudian Fajar mendapatkan berita bagus bahwa dirinya mendapatkan beasiswa
dari kampusnya. Bahagianya bukan kepalang, Fajar pun segera memberitahukan kepada kedua
orangtuanya. Orangtuanya bahagia memiliki anak seperti Fajar.
Nahhh…
penjelasan penulis di atas itu Cuma garis besarnya saja. Cerita yang serunya
sih kudu nonton langsung filmnya karena disana konflik dan kisah-kisah aslinya
lebih terasa.
Oia…
perlu kalian ketahui bahwa semua krew dan pemain yang terlibat dalam pembuatan
film Sang Pejuang ini adalah
Mahasiswa-mahasiswa dan Dosen-Dosen dari Universitas Garut dan Film yang
berdurasi 30 menit ini menggunakan kamera berstandar layar lebar. Wowwwww… Awesome…
Film
ini juga tidak terlepas dari dukungan semua mahasiswa dan dosen Universitas
Garut.
Jadi,
sekarang jangan menganggap anak daerah tidak bisa berkarya. Siapapun bisa
berkarya asal ada kemauan dan kerjasama yang baik. So now, do what you wanna do!!! Don’t wait someone to do something if
you wanna be best of the best.
Jadi penarasan pengen nonton filmnya. Btw dimana kita bisa nonton film "Sang Pejuang" nya? zzZz
BalasHapushaha... rujit kitu si abang. mau nonton film nya? masih coming soon, bang :D
BalasHapus